Kej. 15:1-6
Apa yang menyebabkan banyak janji tidak tertepati?
1.
Orang yang berjanji tidak serius dengan
perkataannya
2.
Adanya keterbatasan dalam diri orang yang
berjanji
3.
Berubah pikiran setelah berjanji
Alasan teologis: dosa, janji yang terlalu muluk sulit untuk
ditepati.
Janji Tuhan:
·
1 Yoh. 5:14 “Dan inilah keberanian percaya kita
kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu
kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”
·
Kis. 16:31 “Jawab mereka: "Percayalah
kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi
rumahmu."
·
Kej. 15:5 “Tetapi engkau akan pergi kepada nenek
moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih
rambutmu.”
Sikap kita terhadap janji Tuhan:
·
Percaya, beriman, dan tidak goyah akan janji
Tuhan (Rm. 4:18-22). Iman adalah kunci kita untuk menerima penggenapan
janji-janji Allah
Banyak janji Allah yang tidak digenapi. Hal ini terjadi
karena kita salah menafsirkan janji-janji-Nya. Cara menafsirkan janji Tuhan:
·
Bedakan janji khusus dengan janji umum.
-
Janji khusus kepada Abraham (Kej. 15:5 “Lalu
TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit,
hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka
firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.")
-
Janji khusus kepada Yosua dan kepada orang
Israel yang keluar dari tanah Mesir masuk ke tanah Kanaan (Yos. 1:3 “Setiap
tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti
yang telah Kujanjikan kepada Musa.”)
-
Janji khusus kepada kepala penjara (Kis. 16:31 “Jawab
mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,
engkau dan seisi rumahmu.")
Janji umum adalah janji yang
berulang-ulang ada di Alkitab.
-
Yoh. 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan
dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap
orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
-
Yoh. 14:2 “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat
tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi
ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”
·
Bedakan janji bersyarat dengan janji yang tidak
bersyarat.
Janji yang bersyarat:
-
Mat. 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah
dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Syaratnya
adalah carilah dahulu kerajaan Allah.
-
1 Yoh. 5:14 “Dan inilah keberanian percaya kita
kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu
kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” Syaratnya adalah minta sesuatu menurut
kehendakNya
Janji yang tidak bersyarat:
-
Ibr. 13:5b “Karena Allah telah berfirman:
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak
akan meninggalkan engkau."
-
1 Kor. 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu
alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.
Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai
melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan
ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Saat banyak masalah, jangan menyerah, karena menyerah itu
berarti tidak percaya akan janji Tuhan. Bedakan waktu kita dengan waktu Tuhan,
cara kita dengan cara Tuhan.
No comments:
Post a Comment