Tuesday, 12 November 2013

Standing On The Promises of God


Kej. 15:1-6
Apa yang menyebabkan banyak janji tidak tertepati?
1.       Orang yang berjanji tidak serius dengan perkataannya
2.       Adanya keterbatasan dalam diri orang yang berjanji
3.       Berubah pikiran setelah berjanji
Alasan teologis: dosa, janji yang terlalu muluk sulit untuk ditepati.
Janji Tuhan:
·         1 Yoh. 5:14 “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”
·         Kis. 16:31 “Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
·         Kej. 15:5 “Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu.”
Sikap kita terhadap janji Tuhan:
·         Percaya, beriman, dan tidak goyah akan janji Tuhan (Rm. 4:18-22). Iman adalah kunci kita untuk menerima penggenapan janji-janji Allah
Banyak janji Allah yang tidak digenapi. Hal ini terjadi karena kita salah menafsirkan janji-janji-Nya. Cara menafsirkan janji Tuhan:
·         Bedakan janji khusus dengan janji umum.
-          Janji khusus kepada Abraham (Kej. 15:5 “Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.")
-          Janji khusus kepada Yosua dan kepada orang Israel yang keluar dari tanah Mesir masuk ke tanah Kanaan (Yos. 1:3 “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”)
-          Janji khusus kepada kepala penjara (Kis. 16:31 “Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.")
Janji umum adalah janji yang berulang-ulang ada di Alkitab.
-          Yoh. 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
-          Yoh. 14:2 “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”
·         Bedakan janji bersyarat dengan janji yang tidak bersyarat.
Janji yang bersyarat:
-          Mat. 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Syaratnya adalah carilah dahulu kerajaan Allah.
-          1 Yoh. 5:14 “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” Syaratnya adalah minta sesuatu menurut kehendakNya
Janji yang tidak bersyarat:
-          Ibr. 13:5b “Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
-          1 Kor. 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Saat banyak masalah, jangan menyerah, karena menyerah itu berarti tidak percaya akan janji Tuhan. Bedakan waktu kita dengan waktu Tuhan, cara kita dengan cara Tuhan.

No comments:

Post a Comment